| Salah satu menu favorit, Bucket Mie Pangsit, Bsd. (Sumber Foto : Narasumber-Annisa Desyanti) |
TANGERANG SELATAN - Sejak dipindahkannya kegiatan belajar dari rumah selama pandemi, membuat banyak pelajar/mahasiswa bosan dengan rutinitas yang ada.
Untuk pemasaran melalui online, seperti Shopee, Base (Lapak) Twitter, Status di whatsapp dan sosial media lainnya. Bisa juga pengiriman secara Cash On Delivery atau COD, di lokasi yang sudah ditentukan atau bisa diantar sampai ke rumah dikenakan ongkos kirim. Sejauh ini baru teman dekat yang sama lokasinya, belum pengiriman jarak jauh.
Annisa Desyanti (20) kerap di sapa Ades, seorang Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta pun ikut merasakan hal tersebut. Rutinitas kuliah setiap hari yang biasa dilakukan setiap hari, dari BSD-UNJ , kini ia harus melakukan semua kegiatannya dari rumah. Kamis(18/06/2020)
Ades mengisi waktu luangnya dengan mencoba berjualan makanan ringan yang dibuatnya, sudah 3 minggu ini ia mencoba berjualan.
“Buat ngisi waktu luang fi, karena bosen ngerjain tugas mulu, malah lebih seru main masak-masakan atau jualan gitu.” Ujar Ades.
Ades mengolah kulit pangsit untuk dijadikan cemilan, dengan berbagai bentuk kreasi dan rasa yang digabungkan. Bermula dari rasa penasaran, lalu ia membuatnya dan ternyata mudah. Untuk varian awal, ia membuat Hot Pangsit isi bihun,ayam,sosis pedas, Stick Pangsit, Keripik Pangsit dan Pangsit Mulur dengan varian rasa yang beraneka. Harga beriksar dari Rp2.500-Rp5000, sangat terjangkau untuk berbagai kalangan.
![]() |
| Keripik Pangsit rasa Original. (Sumber Foto : Narasumber-Annisa Desyanti) |
“Sebenernya dari dulu juga emang pengen jualan. Tiap gua upload masak-masak ke Instagram pasti ada yang bales suruh jualan. Tapi kan gua ngampus, jaraknya lumayan jauh dari rumah, harus berangkat pagi dan pulang sore itu juga sampai rumah malem. Makanya ga sempet kalo sambil jualan. Nah, karena sekarang di rumah aja, makanya coba jualan deh.” Ujar Ades.
Menurutnya adanya pandemi seperti ini merupakan hikmah untuk dirinya, bisa memulai usaha yang sempat tertunda oleh kesibukan.
“Iyaa fi waktunya pas, tapi duitnya yang ga pas. Padahal awalnya bukan mau jualan ini loh, tapi karena terbatas modlal jadi yaudah. Soalnya ini juga kan pake modal sendiri dan seadanya karena kan kita lagi ga ngampus jadi ga dapet duit jajan, jadilah coba ngotak ngatik kulit pangsit buat aneka cemilan.” Ujar Ades.
![]() |
| Ades dan keripiknya, saat COD.
(Sumber Foto : Penulis - Fiana Auliya Nurhan)
|
Selama kuliah online di rumah, banyak kegiatan yang sebelumnya tidak bisa dilakukan karena terhambat dengan kegiatan yang padat. Adanya pandemi menjadi hikmah tersendiri untuk Ades, karena bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan sebelumnya. Begitu juga dengan mahasiswa atau pelajar lain yang ingin mencoba, tidak ada salahnya jika ingin melakukan kegiatan yang tidak bisa dilakukan sebelumnya.
Selamat Mencoba.. (FA)
Nama : Fiana Auliya Nurhan
Nim : 1971503303
Jurusan : Public Relations
Mata Kuliah : Bahasa Jurnalistik
Kelompok : YG
Dosen Pengampu : Dra. Rachmi Kurnia Siregar, M.I.Kom


Tidak ada komentar:
Posting Komentar