Minggu, 21 Juni 2020

Kembali Bekerja di tengah Pandemi, di Masa New Normal

Ruang kerja Inten, Ciater. (Sumber Foto: Penulis-Fiana Auliya Nurhan)
Tangerang Selatan – Pemerintah telah mengumumkan adanya fase new normal untuk tetap menjalani kegiatan seperti biasa ditengah keadaan pandemi, dengan tetap mengikuti aturan dan protokol kesehatan yang berlaku. Sejak 5 juni kegiatan seperti bekerja, tempat ibadah, mall dan tempat umum lainnya mulai dibuka kembali dengan tetap mengikuti aturan berlaku.
Begitu juga dengan Meka Hajiah (20), pekerja di Inten cabang Ciater, tempat Bimbingan Belajar. Telah mulai masuk kerja sejak 5 juni lalu, setelah sebelumnya bekerja dari rumah atau WFH (Work From Home). Sabtu(20/06/2020)

“Iya fi udah mulai masuk ke kantor lagi dari pas pemerintah ngeluarin pengumuman adanya new normal, ya enak sih soalnya jadi ga di rumah mulu. Kalau di rumah mulu kan bosen ya, beda aja gitu vibesnya” Ujar Meka.
Suasana Ruang Belajar Kosong
(Sumber Foto: Penulis-Fiana Auliya Nurhan)

Menurutnya, untuk saat ini kegiatan belajar mengajar offline masih melalui online. Namun, untuk yang aktif kerja di tempat hanya 3 orang, Kepala Cabang, Sekretaris, dan Office Boy.

“Nggak berjalan seperti biasa si, jam kerja dikurangin, jumlah orang dalam tempat kerja juga dikurangin sama ga ada siswa yang belajar di tempat. 1 minggu itu masuk 3 hari sekarang, mulai dari jam 09.00-17.00. Biasanya kan 5 hari dalam seminggu, sekarang sisanya dijadiin hari libur sih fi” Jelas Meka.

Adanya New Normal ditengah pandemi seperti ini, sedikit banyak perubahan yang ada. Dari jam kerja dan jumlah orang yang dibatasi dalam ruangan, karena mengikuti aturan yang berlaku demi menjaga kesehatan bersama di masa pandemi.

Meka sedang Bekerja,
Tidak lupa menggunakan Protokol Kesehatan.
(Sumber Foto: Penulis-Fiana Auliya Nurhan)

Meka juga mengikuti aturan yang berlaku dan anjuran protokol kesehatan yang ada, seperti jaga jarak, penggunaan face shield, masker dan tidak lupa untuk jaga kebersihan tangan.

“Senin depan sih (22 Juni 2020), udah mulai belajar di tempat fi. Tapi masih mengikuti aturan yang berlaku gitu, kaya jaga jarak dan dibatasi didalam ruangannya.” Jelas Meka. (FA)











Nama                     : Fiana Auliya Nurhan
Nim                       : 1971503303
Jurusan                  : Public Relations
Mata Kuliah          : Bahasa Jurnalistik
Kelompok             : YG
Dosen Pengampu  : Dra. Rachmi Kurnia Siregar, M.I.Kom

Kuliah Online Selama Pandemi, Bisnis Makanan dari Rumah Diminati

Salah satu menu favorit, Bucket Mie Pangsit, Bsd. (Sumber Foto : Narasumber-Annisa Desyanti)
TANGERANG SELATAN - Sejak dipindahkannya kegiatan belajar dari rumah selama pandemi, membuat banyak pelajar/mahasiswa bosan dengan rutinitas yang ada.
Annisa Desyanti (20) kerap di sapa Ades, seorang Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta pun ikut merasakan hal tersebut. Rutinitas kuliah setiap hari yang biasa dilakukan setiap hari, dari BSD-UNJ , kini ia harus melakukan semua kegiatannya dari rumah. Kamis(18/06/2020)
Ades mengisi waktu luangnya dengan mencoba berjualan makanan ringan yang dibuatnya, sudah 3 minggu ini ia mencoba berjualan.
“Buat ngisi waktu luang fi, karena bosen ngerjain tugas mulu, malah lebih seru main masak-masakan atau jualan gitu.” Ujar Ades.
Ades mengolah kulit pangsit untuk dijadikan cemilan, dengan berbagai bentuk kreasi dan rasa yang digabungkan. Bermula dari rasa penasaran, lalu ia membuatnya dan ternyata mudah. Untuk varian awal, ia membuat Hot Pangsit isi bihun,ayam,sosis pedas, Stick Pangsit, Keripik Pangsit dan Pangsit Mulur dengan varian rasa yang beraneka. Harga beriksar dari Rp2.500-Rp5000, sangat terjangkau untuk berbagai kalangan.

Keripik Pangsit rasa Original.
(Sumber Foto : Narasumber-Annisa Desyanti)



“Sebenernya dari dulu juga emang pengen jualan. Tiap gua upload masak-masak ke Instagram pasti ada yang bales suruh jualan. Tapi kan gua ngampus, jaraknya lumayan jauh dari rumah, harus berangkat pagi dan pulang sore itu juga sampai rumah malem. Makanya ga sempet kalo sambil jualan. Nah, karena sekarang di rumah aja, makanya coba jualan deh.” Ujar Ades.
Menurutnya adanya pandemi seperti ini merupakan hikmah untuk dirinya, bisa memulai usaha yang sempat tertunda oleh kesibukan.
“Iyaa fi waktunya pas, tapi duitnya yang ga pas. Padahal awalnya bukan mau jualan ini loh, tapi karena terbatas modlal jadi yaudah. Soalnya ini juga kan pake modal sendiri dan seadanya karena kan kita lagi ga ngampus jadi ga dapet duit jajan, jadilah coba ngotak ngatik kulit pangsit buat aneka cemilan.” Ujar Ades.




Ades dan keripiknya, saat COD.
(Sumber Foto : Penulis - Fiana Auliya Nurhan)
Untuk pemasaran melalui online, seperti Shopee, Base (Lapak) Twitter, Status di whatsapp dan sosial media lainnya. Bisa juga pengiriman secara Cash On Delivery atau COD, di lokasi yang sudah ditentukan atau bisa diantar sampai ke rumah dikenakan ongkos kirim. Sejauh ini baru teman dekat yang sama lokasinya, belum pengiriman jarak jauh.
Selama kuliah online di rumah, banyak kegiatan yang sebelumnya tidak bisa dilakukan karena terhambat dengan kegiatan yang padat. Adanya pandemi menjadi hikmah tersendiri untuk Ades, karena bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan sebelumnya. Begitu juga dengan mahasiswa atau pelajar lain yang ingin mencoba, tidak ada salahnya jika ingin melakukan kegiatan yang tidak bisa dilakukan sebelumnya. 
Selamat Mencoba.. (FA)






Nama                     : Fiana Auliya Nurhan
Nim                       : 1971503303
Jurusan                  : Public Relations
Mata Kuliah          : Bahasa Jurnalistik
Kelompok             : YG
Dosen Pengampu  : Dra. Rachmi Kurnia Siregar, M.I.Kom

Sugar Glider, Hewan Imut yang Jarang dijadikan Peliharaan

Sugar Glider, di BSD. (Sumber foto : Penulis-Fiana Auliya Nurhan)

TANGERANG SELATAN - Adam Firdaus(19) pecinta hewan, mulai memelihara Sugar Glider sejak April lalu untuk menambah koleksi hewan peliharaannya. Kamis (18/06/2020)
Sugar Glider merupakan Marsupial (Mamalia Berkantung) seperti Kangguru dan KoalaJenis kelamin hewan peliharaannya laki-laki.
Menurutnya tidak sulit untuk memelihara Sugar Glider, untuk makan dibutuhkan 2 kali sehari, Adam memberinya bubur bayi rasa pisang atau buah buahan yang rasanya manis.
Lalu, untuk mandi satu kali seminggu dan Kukunya dipotong jika telah panjang.

Sugar Glider sedang bermain dilengan Adam
(Sumber Foto : Penulis-Fiana Auliya Nurhan)


“Emang pengen pelihara aja sih, udah dari lama sebenernya. Terus juga milih ini, karena posturnya kecil sih fi,sama bisa dibawa kemana aja sama jinak juga deng. Jadi gampang diatur” Ujar Adam.
Selain bentuk tubuhnya yang kecil, Sugar Glider juga hewan yang mudah diatur dan senang diajak bermain.
Biasanya Adam mengajak bermain Sugar Glider miliknya sehari sekali, terkadang ia taruh di lengannya, di atas sofa, atau tetap dibiarkan didalam kandangnya.
“Lumayan bisa untuk ngilangin bosen sih fi, kalau lagi main sama ini (Sugar Glider). Seru aja gitu, mana ini juga imut banget kan” Ujar Adam.

Sugar Glider. (Sumber Foto : Penulis-Fiana Auliya Nurhan)

Memiliki hewan peliharaan memang bisa mengurangi rasa stres dalam diri, ada rasa kepuasan dan kesenangan saat bermain dengan hewan peliharaan.
Tidak ada salahnya jika ingin memelihara Sugar Glider sebagai pilihan hewan peliharaan, Imut dan mudah untuk dirawat bukan? (FA)









Nama                     : Fiana Auliya Nurhan
Nim                       : 1971503303
Jurusan                  : Public Relations
Mata Kuliah          : Bahasa Jurnalistik
Kelompok             : YG
Dosen Pengampu  : Dra. Rachmi Kurnia Siregar, M.I.Kom

Produktif Selama di Rumah Saja, Atasi Bosan Kala Pandemi

Janu sedang mengedit videonya, di Ciater,. (Sumber foto :Penulis-Fiana Auliya Nurhan)
TANGERANG SELATAN - Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk tetap di rumah saja sejak Maret lalu, dimana kegiatan belajar, bekerja dilakukan di rumah untuk mengurangi angka penyebaran covid-19.
Janu Akbar (16) siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Tangerang Selatan, mengisi sebagian waktunya untuk tetap berproduktif dari rumah. Selama proses belajar dipindahkan ke rumah, ia mencoba untuk membuat konten di youtube untuk mengisi waktu luang. Rabu(17/06/2020)
Janu sedang proses perekaman video.
(Sumber Foto : Penulis-Fiana Auliya Nurhan)


“Iya selama ada corona jadi fokus buat konten, soalnya kan di rumah aja bosen ya ka, terus tekunin deh buat konten” Ujar Janu.
Ia membuat konten gaming, dimana berisikan video saat ia sedang bermain game. Tidak hanya itu, ia juga memberikan beberapa tips untuk menyelesaikan game yang dimainkannya untuk dibagikan ke penonton.
“Isi konten saya hiburan sama tips tips sih kak, untuk sekarang sih konten saya fokus di game Bus Simulator Indonesia.” Ujar janu.
Penonton konten video Janu, berusia dari 16-27 tahun. Setiap hari ia membuat konten video, butuh waktu 5 jam dari proses perekaman, editing sampai upload ke youtube. Untuk pembagian waktu, saat sore hari dilakukannya proses Perekaman dan editing video selama 2 jam dan proses untuk upload video ke youtube membutuhkan waktu 2 jam.



Tampilan akun Youtube Janu.
(Sumber Foto : Penulis-Fiana Auliya Nurhan)


“Buat konten kaya gini ngga gangu untuk pelajaran si, soalnya kan lebih santai kalau di rumah. Dari pada nongkrong rame-rame, lagi kayak gini yakan, mending produktif di rumah buat konten di youtube, pengennya sih biar bisa menghasilkan uang juga gitu kak hehe” Ujar janu.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan secara produktif selama di rumah saja, salah satunya seperti yang Janu buat.
Tidak ada salahnya untuk mencoba hal baru, sekaligus belajar atau mengasah skill baru saat keadaan pandemi seperti ini. (FA)




Nama                     : Fiana Auliya Nurhan
Nim                       : 1971503303
Jurusan                  : Public Relations
Mata Kuliah          : Bahasa Jurnalistik
Kelompok             : YG
Dosen Pengampu  : Dra. Rachmi Kurnia Siregar, M.I.Kom